Amalan Ijazah Agar Ketika Meninggal Sakaratul Maut Ditemani Nabi Muhammad SAW
3 Sholawat Istimewa dari Habib Idrus Alaydrus — Masing-masing Dibaca 116 Kali
Salah satu harapan terbesar setiap Muslim adalah menutup mata dalam keadaan husnul khatimah — akhir hayat yang indah, diridhoi Allah SWT, dan — jika Allah izinkan — ditemani oleh sosok yang paling dicintai: Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kerinduan itu bukan sekadar mimpi. Para ulama pewaris Nabi telah mentransmisikan amalan-amalan khusus, dikenal sebagai ijazah, yang jika diamalkan dengan ikhlas dan istiqomah, akan membuka pintu syafaat dan kehadiran Rasulullah di saat-saat paling kritis dalam hidup seseorang.
Salah satu ijazah yang beredar luas dan diamalkan oleh ribuan Muslim Indonesia berasal dari Habib Idrus Alaydrus, seorang ulama habib terkemuka. Beliau mengijazahkan tiga bacaan sholawat yang masing-masing dibaca sebanyak 116 kali setiap hari, dengan tujuan agar saat sakaratul maut tiba, Nabi Muhammad SAW hadir menemani perjalanan terakhir sang hamba.
🌿 Mengenal Habib Idrus Alaydrus
Habib Idrus Alaydrus adalah ulama dari keluarga Alaydrus, salah satu marga utama dalam silsilah keturunan Rasulullah SAW (Bani Alawi). Beliau dikenal sebagai dai yang mengajarkan ilmu tasawuf, akhlak, dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW melalui berbagai platform, termasuk media sosial. Pengajaran beliau mengalir hangat, mudah dicerna, namun tetap berpijak pada landasan ilmu yang kuat.
Dengan jangkauan jutaan pengikut, Habib Idrus Alaydrus kerap membagikan amalan-amalan praktis yang bersumber dari tradisi ulama Hadhramaut — tradisi yang sangat kaya akan wirid, sholawat, dan amalan penjaga hati.
📿 Tiga Sholawat Ijazah Sakaratul Maut
Berikut adalah tiga bacaan sholawat yang diijazahkan oleh Habib Idrus Alaydrus. Setiap sholawat dibaca 116 kali secara rutin, idealnya setelah sholat atau di waktu yang tenang.
As-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullāhi wa barakātuh
Artinya: "Semoga keselamatan terlimpah kepadamu, wahai Nabi, demikian pula rahmat Allah dan keberkahan-Nya."
🔢 Dibaca 116 kaliAsh-shalātu was-salāmu 'alaika yā sayyidī yā rasūlallāh, qallat hīlatī adriknī
Artinya: "Sholawat dan salam atasmu, wahai tuanku, wahai Rasulullah. Telah berkurang daya upayaku, tolonglah aku."
🔢 Dibaca 116 kaliAnā fī jāhi sayyidī rasūlillāhi shallallāhu 'alaihi wasallam
Artinya: "Aku berada dalam naungan kedudukan (jah) tuanku, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam."
🔢 Dibaca 116 kali🔢 Mengapa Dibaca 116 Kali?
Bilangan 116 bukan sekadar angka acak. Dalam tradisi ilmu hikmah dan huruf (ilmu abjad Arab), setiap angka memiliki bobot dan kaitan dengan arti tertentu. Para ulama ahli laduni sering menetapkan jumlah bacaan tertentu berdasarkan nilai numerik (hisab huruf) dari nama atau sifat yang relevan dengan tujuan amalan. Penetapan jumlah 116 dalam amalan ini merupakan bagian dari ketetapan sang pemberi ijazah yang bersumber dari ilmu dan mujahadah beliau.
Prinsipnya dalam Islam: amalan yang sedikit tetapi istiqomah (konsisten) lebih disukai Allah daripada amalan banyak yang terputus-putus. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling rutin dilakukan meskipun sedikit." (HR. Bukhari & Muslim)
📋 Tata Cara Mengamalkan
- 1Bersuci terlebih dahulu (berwudhu) agar amalan lebih sempurna dan berkah.
- 2Duduk di tempat yang bersih dan tenang, menghadap kiblat jika memungkinkan.
- 3Niatkan dalam hati: "Ya Allah, aku membaca sholawat ini semata-mata karena cintaku kepada Nabi-Mu dan mengharap syafaat-Nya."
- 4Baca Sholawat Pertama sebanyak 116 kali menggunakan tasbih atau dengan hitungan.
- 5Lanjutkan dengan Sholawat Kedua sebanyak 116 kali.
- 6Tutup dengan Sholawat Ketiga sebanyak 116 kali.
- 7Tutup dengan doa, tawakal, dan harap kepada Allah SWT agar husnul khatimah.
✨ Keutamaan Bersholawat kepada Nabi SAW
Dasar utama dari semua amalan sholawat adalah firman Allah SWT dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
Di antara keutamaan sholawat yang disebutkan dalam hadis-hadis shahih:
- Setiap satu kali sholawat yang dibaca hamba, Allah membalasnya dengan 10 rahmat.
- Orang yang paling banyak bersholawat akan menjadi yang paling dekat dengan Nabi SAW di hari kiamat.
- Sholawat menjadi cahaya di atas jembatan shirath pada hari kiamat.
- Sholawat menghapus dosa, mengangkat derajat, dan menjadi sebab dikabulkannya doa.
- Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang banyak bersholawat tidak akan merasakan kesempitan di akhirat.
🕊️ Tentang Sakaratul Maut dan Kehadiran Nabi SAW
Sakaratul maut adalah saat paling menentukan dalam hidup seorang manusia. Pada momen itu, iman seseorang diuji, dan syaitan pun berusaha keras untuk menyesatkan. Di sinilah doa, wirid, dan kecintaan kepada Nabi SAW menjadi benteng.
Para ulama tasawuf meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW, dengan izin Allah SWT, bisa hadir di sisi orang-orang yang mencintainya saat menghadapi sakaratul maut. Ini bukan sesuatu yang mustahil, karena ruh Nabi SAW bersifat hidup dan aktif di alam barzakh. Hadis dan atsar dari kalangan salaf memperkuat keyakinan ini.
Maka, amalan sholawat yang konsisten adalah investasi spiritual jangka panjang — bukan hanya untuk kehidupan dunia, melainkan untuk bekal menghadapi detik-detik paling sakral: saat nyawa berpisah dari raga.
🤲 Penutup: Semoga Kita Husnul Khatimah
Amalan ijazah ini adalah wujud tawassul — mendekatkan diri kepada Allah melalui kecintaan kepada Nabi-Nya. Islam tidak melarang tawassul; para ulama mu'tabar dari berbagai mazhab membenarkannya selama tidak keluar dari batasan syariat.
Mari kita jadikan sholawat sebagai napas kehidupan kita. Bukan hanya saat sakaratul maut mendekat, tetapi sejak hari ini — agar kelak Allah memberikan akhir hayat yang indah, khusnul khatimah, dan ridho-Nya yang abadi.
Semoga Allah SWT menerima amalan kita semua dan mengumpulkan kita bersama Rasulullah SAW di surga-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Salam Menyan...